Secara khusus, Morris menulis seratus klenik di sepak bola yang 40 persennya adalah ritus di ruang ganti sebelum pertandingan. Antara lain mengikat tali sepatu dengan cara tertentu, selalu masuk lapangan pertama atau terakhir, dan pemakaian jimat kala bertanding. Di samping itu, Morris menceritakan kebiasaan para pemain di hotel tertentu kala menjalani partai tandang. Ada yang menyuruh istrinya untuk membersihkan jendela pada hari pertandingan hanya karena ketika terakhir kali hal itu dilakukan, si pemain tampil brilian.
Kini, The Soccer Tribe sudah berumur 27 tahun dan menjadi barang langka. Guna mendapatkannya seorang kolektor harus bekerja keras dan berususah payah. Meski demikian,untuk menengok isi buku itu, kita tak perlu susah-susah, cukup menyimak pertandingan yang kerap ditayangakan di layar kaca. Meski zaman berubah dan generasi berganti, kepercayaan terhadap klenik memang masih tetap kuat hingga saat ini. Bentuknya kian beragam. Ada yang bersifat religius seperti membuat tanda salib kala masuk ke lapangan dan menunjuk ke langit setelah mencetak gol, ada pula yang berbau mistis seperti memakai gelang khusus atau mencium jimat tertentu.
BERIKUT ADALAH BEBERAPA SOSOK YANG PERCAYA TERHADAP KLENIK :
Cristiano Ronaldo

Pemain Manchester United ini selalu memotong rambutnya di salon Flanagans,Wilmslow, setiap sebelum pertandingan. Sebabnya, kala pertama kali mencetak gol unutk MU, dia sebelumnya memotong rambutnya di sana. Seusai pengakuannya kepada seorang karyawan di sana, dia tak mau kehilangan ketajamannya di mulut gawang lawan dengan memotong rambut di tempat lain.
John Terry

Dia selalu duduk di tempat yang sama di bus tim, mendengarkan CD Usher yang sama saat menuju tempat latihan, dan selalu memarkir mobil di posisi yang sama pula. Lain dari itu, bek Chelsea ini selalu buang air kecil di urinal yang sama di Stamford Bridge. "Dia bahkan rela menunggu jika urinal itu dipakai orang lain. Padahal, urinal lain kosong," kisah Frank Lampard.
Adrian Mutu

Striker asal Rumania ini memiliki kebiasaan unik. Dia selalu memakai celana dalam terbalik setipa kali dia bertanding. Maksudnya adalah menangkal guna-guna yang ditujukan padanya. "Mantra-mantra dan segala jenis kutukan tidak berlaku kepadaku karena aku memakai celana dalam terbalik," ungkap dia suatu ketika.
Gary Lineker

Kala masih aktif bermain, eks striker timnas Inggris ini tak pernah memjebol gawang lawan kala melakukan pemanasan. Jika gagal mencetak gol pada babak pertama, dia mengganti kaus yang dipakainya saat turun minum. "Jika bisa mencetak gol pada babak pertama, aku akan tetap memakai kausku. Nah, jika mengalami peruntungan buruk berkali-kali, aku akan memotong rambut sebagai cara buang sial," papar dia.
Luis Aragones

Aragones menganggap kuning sebagai warna kesialan. Di Piala Dunia lalu dia sempat menolak karangan bunga berwarna kuning dan memarahi raul Gonzalez yang datang ke tempat latihan dengan kaus kuning. "Raul, lepaskan kausmu! Lepaskan kausmu!" hardiknya. Nah, kala Spanyol sukses di Piala Eropa 2008 dengan memakai kaus bernuansa kuning di semifinal, dia berkilah, "Itu bukan kuning. Itu mustard (kuning tua kecoklatan) ".
Sumber : TABLOID SOCCER
salam kenal...
BalasHapus