SELAMAT DATANG!!!!!

SILAKAN MEMBACA BLOG SAYA, KALAU ADA KEKURANGAN KASIH COMMENT DI SHOUTBOX YAAAA

Sabtu, 14 Juni 2008

FootballClassic : ENZO BEARZOT

Sejajar dengan Presiden


Lebih dari sekadar pelatih besar, pamor Bearzot meluluhkan hati Presiden Italia




Almanak menunjuk 12 Juli 1982 ketika pesawat pribadi presiden Italia lepas landas dari Madrid menuju Roma. Dalam salah satu kabin nan mewah, sebuah episode langka terjadi. Ada empat pria duduk melingkari meja sambil bermain kartu. Salah satunya presiden Italia, Sandro Pertini, yang juga manusia terpenting Italia dekade itu.

Sebetulnya bukan hal yang aneh jika presiden bermain kartu. Keunikan terjadi kertika mengetahui siapa lawan mainnya. Bukan dari satu dunia, malah kaum yang menisbikan dunia politik. Salah satunya adalah Enzo Bearzot, pria yang seumur hidup menggeluti sepak bola.

Bukan tanpa sebab jika Bearzot mendapat kehormatan untuk duduk sama rendah berdiri sama tinggi dengan presiden. Sebagai pelatih, Bearzot berjasa besar kepada Italia. Dia mengantarkan Gli Azzuri menjuarai Piala Dunia 1982 Spanyol. Gelar ketiga Italia setelah puasa gelar dunia lebih dari 40 tahun.

Prestasi yang kemudian menghadirkan euforia luar biasa di seantero Italia. Mulai gelandangan hingga pemegang kekuasaan terhanyut, termasuk juga Presiden Italia Sandri Pertini. Saking membumbungnya rasa gembira, Pertini sampai ingin mengantar Bearzot pulang dari Spanyol dengan jet pribadi.

Momen itu juga sering digunakan publik untuk mengenang kebesaran hati Bearzot. Kala mendapat kehormatan bermain kartu dengan presiden, Bearzot tak mau menikmatinya sendiri. Dia mengajak dua pemainnya, Dino Zoff dan Franco Causio. Sebuah perlambang sifat humanisme-nya sebagai pelatih yang memperhatikan pemainnya.

“Bearzot adalah pelatih besar, terbesar di Italia setelah Vittorio Pozzo (pelatih yang mengantarkan Italia juara dunia 2 kali). Aku merasa bangga karena pernah menjadi salah satu pemainnya,” puji mantan pemain timnas Italia, Claudio Gentile.

MEMBUNGKAM MEDIA


Sebelum menjadi pelatih, Bearzot mengawali karier dengan menekuni profesi sebagai pesepak bola profesional. Debutnya terjadi pada 1946 kala memperkuat Pro Gorizia di Serie-B Italia. Selang 18 tahun kemudian dia gantung sepatu dan menekuni ilmu kepelatihan.

Pintu kebesarannya mulai terkuak pada 1970 ketika pealtih timnas Italia Ferrucio Valcareggi menunjuknya sebagai asisten. Di bawah Valcareggi, Gli Azzuri mengalami kegagalan total di Piala Dunia 1974. Pada sisi lain pamor Bearzot malah menanjak. Setahun kemudian, Bearzot diangkat menjadi pelatih utama timnas.

Era baru pun dimulai. Bearzot menggunakan kesabaran dan ketelitian dalam membangun kekuatan Gli Azzuri. Perlahan tapi pasti, tim besutannya menuju kesolidan. Pakem catenaccio atau pertahanan gerendel diusungnya tanpa kompromi. Meski belum bisa menjuarai Piala Dunia 1978, Italia mulai menunjukkan kebangkitannya dengam masuk babak empat besar.

Sayang, menjelang Piala Dunia 1982 skuad Bearzot menunjukkan penurunan. Gli Azzuri hampir saja gagal masuk putaran final Piala Dunia. Efeknya gampang tertebak. Bearzot langsung menjadi bulan-bulanan pers Italia. Taktik catenaccio ala Bearzot dinilai tidak efektif.

Toh, Bearzot bergeming. Di putaran final Piala Dunia 1982 dia malah kembali membikin kontroversi. Dia nekat memanggil Paolo Rossi yang kala itu namanya sedang jatuh karena kasus suap. Bombardir kritikan pun makin kencang saat Italia kembali tertatih-tatih di penyisihan Grup A. Dari tiga partai tak seklai pun kemenangan dituai. Semua berkahir seri dan hanya berkat keberuntungan Italia lolos ke putaran ke-2.

Nasib Italia hampir dipastikan tamat saat mengetahui siapa lawan mereka di grup selanjutnya. Secara tak terduga, Italia satu grup dengan juara bertahan Argentina dan rakasa sepak bola, Brasil. Di luar dugaan, Italia sukses menyingkirkan kedua raksasa itu. Pada babak semifinal Polandia ikut di tumpas 2-0. Italia berhak melaju ke final guna menantang Jerman.

Pada partai puncak inilah Bearzot melaksanakan misinya membungkam mulut para pengkritik. Italia tampil ciamik dan mengalahkan Jerman 3-1. Paolo Rossi pemain yang sempat diragukan kalangan media, menjadi pahlawan kemenangan. Italia juara. Bearzot bisa pulang ke Italia dengan kepala tegak dan catenaccio pun merebak ke seluruh dunia.


Sumber : Tabloid Soccer

Tidak ada komentar:

KAMU DI KOTA MANA??

Sign by Danasoft - Myspace Layouts and Signs