SELAMAT DATANG!!!!!

SILAKAN MEMBACA BLOG SAYA, KALAU ADA KEKURANGAN KASIH COMMENT DI SHOUTBOX YAAAA

Sabtu, 02 Agustus 2008

TANDUK BANTENG TERTAJAM

Telmo Zarraonaindia Montoya



Pencetak gol tertinggi Divisi Primera dalam semusim. Peraih trofi Pichichi terbanyak sepanjang sejarah.


Namanya mungkin tak setenar Alfredo di Stefano, Ferenc Puskas, bahkan, Hugo Sanchez. Tapi, secara prestasi, Telmo Zarraonaindia Montoya alias Telmo Zarra lebih hebat dibandingkan empat striker itu. Dialah peraih terbanyak Trofi Pichichi sepanjang sejarah. Enam kali dia mendapat gelar top skorer. Melebihi di Stefano dan Sanchez yang meraihnya 5 kali. Sebuah prestasi yang sulit dipecahkan pemain mana pun saat ini.


Zarra mengawali karier sepak bolanya pada suai 18 tahun. Lantaran sikap primodial masih sangat kuat pada zaman itu - Perang Sipil Spanyol terjadi antara 1936 dan 1939, pemain kelahiran Asua, 20 Januari 1921 itu lebih banyak berkutat di daerah kelahirannya termasuk wilayah suku Basque.

Atas saran sang kakak Tomas Zarraonaindia, kiper peraih Trofi Zamora musim 1930-31, putra dari Don Telmo Zarraonaindia Salazar dan Tomasa Montoya - keduanya gipsi - bergabung dengan Erandio yang bermain di Divisi Segunda pada 1939. "Keluarga menjadi awal perkenalan saya dengan sepak bola. Sepak bola tak ubahnya candu bagi saya da kakak saya. Membuat saya ketagihan untuk terus main, main, dan main," ujar Zarra saat diwawancarai pada awal 2005.

Tak butuh waktu lama bagi Zarra untuk mendapatkan klub yang lebih besar. Hanya satu tahun membela Erandio, bakat Zarra langsung terendus klub terbesar Basque, Atlhletic Bilbao. Di kllub itulah puncak ketenaran diraihnya. Memang dia "hanya" mempersembahkan satu gelar Divisi Primera dan empat Copa dl Generalisimo. Tapi, tengok catatan pribadinya.

Zarra merupakan striker tertajam pada massanya. Dari 277 penampilan di liga berkostum Bilbao, dia berhasil mencetak 251 gol. Dialah pencetak gol terbanyak Divisi Primera sepanjang sejarah dengan 38 gol yang dibuatnya pada musim 1950-51. Meski Hugo Sanchez bisa menyamainya pada 1989-90, catatan yang dibuat Zarra lebih hebat. Sebab, saat itu jumlah laga Divisi Primera hanya 26, lebih sedikit 12 partai dari musim yang dilakoni Madrid pada era Sanchez. Luar Biasa !

PIALA DUNIA 1950


Prestasi apik yang ditunjukkan Zarra selama membela Bilbao membuat dia di panggil untuk memperkuat timnas Spanyol. Satu-satunya kompetisi antarnegara yang dia ikuti adalah Piala Dunia 1950. Sayang, pada final four yang dilaksanakan di Stadion Maracana BRasil, Zarra dkk tak kuasa membendung Brasil dan Swedia. La Furia Roja hanya bisa menahan imbang Uruguay yang akhirnya menjadi juara, pada laga perdana. Hasil yang membuat Spanyol terpaku di dasar klasemen. "Jujur saja, saya merasa kecewa karena kami gagal dan terbenam di dasar klasemen," ujar Zarra.


Meski demikian, tetap ada catatan manis yang dibuat Zarra. Salah satunya adalah gol yang dibuatnya ke gawang Inggris pada penyisihan grup. Gol yang memastikan kemenangan Spanyol 1-0 itu dicetak dengan indah. Tembakan melengkungnya melewati kepala kiper Bert Williams. "Saat itu saya melihat posisi kiper dan mencoba mencetak gol. Itu saja," ujar pemain yang mencetak 4 gol sepanjang kejuaraan itu.


Empat gol yang dicetak di Piala Dunia itu menggenapkan torehan gol Zarra selama berkostum Spanyol menjadi 20 gol. Total, dari 20 partai yang dilakoninya, pemain yang mengawali debut timnasnya melawan Portugal itu mencetak 20 gol. Salah satu partai yang dijalaninya adalah ketika Spanyol menang 6-3 atas Swiss (19/2/51). Saat itu, dia mencetak empat gol kemenangan Spanyol. Partai melawan Swedia empat bulan setelahnya menjadi laga terkahir dia di timnas. Dia ingin fokus membela klubnya.


Pada pengujung kariernya dan selepas dari Bilbao, Zarra sempat memperkuat dua klub Divisi Segunda, Indautxu dan Barakaldo. Setelah itu dia memutuskan untuk gantung sepatu. Lantas, apa nasihat dari Zarra untuk pebola generasi saat ini? "Berhati-hati, jangan terlalu memforsir latihan, dan lakukanlah selalu yang terbaik," tandas penyerang tertajam di Liga Spanyol itu.


DIJADIKAN NAMA PENGHARGAAN


Manusia mati meninggalkan gading. Jasa-jasa yang besar bagi persepakbolaan Spanyol membuat kepergian Telmo Zarra pada 23 Feburari 2006 meninggalkan duka. Sehari sebelum penguburannya, pada partai kandang Athletic Bilbao melawan Villareal, dilakukan penghormatan terkahir oleh publik San Mames (26/2/06).


Tak cuma itu. Untuk mengenang kehebatannya, harian
Marca memberikan penghargaan khusus yang dinamakan Trofi Zarra. Trofi itu diberikan kepada pemain Spanyol yang mencetak gol terbanyak dalam satu musim di Divisi Primera dan Segunda.



Fakta ZARRA




Nama Lengkap : Telmo Zarraonaindia Montoya
Lahir : Erandio (Spanyol), 20 Januari 1921
Wafat : Bilbao (Spanyol), 23 Feburari 2006

Karier klub :
Erandio (1939-40)
Athletic Bilbao (1940-1955)
Indautxu (1955-56)
Barakaldo (1956-57)

Caps/Gol : 20/20
Debut timnas : Protugal 2-2 Spanyol, 11 Maret 1945
Partai terkahir timnas : Swedia 0-0 Spanyol, 17 Juni 1951

Penghargaan :
Divisi Primera (1942-43)
4 Copa del Generalisimo (1942,1943,1944,1949)
6 Trofi Pichichi (1944-45, 1945-46, 1946-47, 1949-50, 1950-51, 1952-53)


Sumber : Tabloid Soccer

KAMU DI KOTA MANA??

Sign by Danasoft - Myspace Layouts and Signs